![]() |
| Kitab Matan Safinatun Najah. [istimewa] |
Kitab Safinatun Najah atau lengkapnya Safinatun Najah Fiima Yajibu ‘ala Abdi li Maulah adalah sebuah kitab yang membahas mengenai Dasar-dasar ilmu fiqih menurut mazhab Syafi’i. Arti dari nama kitab ini adalah Perahu Keselamatan dalam Mempelajari Kewajiban Seorang Hamba kepada Tuhannya’.
Kitab karya Syekh Salim bin Abdullah bin Saad bin Sumair Al
Hadhrami ini meringkas hukum-hukum fiqih dalam Islam secara padat dan
menggunakan bahasa yang mudah dipahami. Itulah sebabnya Kitab Syafinatun Najah
ini diperuntukkan bagi pemula yang ingin belajar tentang ilmu fiqih, termasuk
para santri di tingkatan Ula’ (Ibtidaiyah) Pondok Pesantren.
Meskipun terbilang ringkas, namun Kitab Safinatun Najah ini
telah mencakup berbagai macam Dasar-dasar ilmu fiqih atau bagi yang
menguasainya dapat dikatakan telah memahami konsepsi dasar tentang Syariat
Islam (Dasar-dasar Hukum Islam).
Pada bagian pertama kitab Safinatun Najah, dijelaskan
mengenai dasar Aqidah Islam yang meliputi rukun iman, rukun Islam, dan
syahadat. Juga diuraikan mengenai Ciri-ciri orang yang telah dewasa dan Perkara
Bersuci (Thaharah). Juga dijelaskan tentang Wudhu dan mengenai air yang
terbebas dari najis yang dapat digunakan untuk bersuci.
Pada bagian pertama kitab Safinatun Najah, dijelaskan
mengenai dasar Aqidah Islam yang meliputi rukun iman, rukun Islam, dan
syahadat. Juga diuraikan mengenai Ciri-ciri orang yang telah dewasa dan Perkara
Bersuci (Thaharah). Juga dijelaskan tentang Wudhu dan mengenai air yang
terbebas dari najis yang dapat digunakan untuk bersuci.
Pembahasan selanjutnya perihal mandi wajib, fardhu mandi,
syarat sah wudhu, dan hal-hal yang membatalkan wudhu. Lalu, dijelaskan juga
soal apa yang diharamkan bagi orang yang tengah berhadas, soal tayamum terkait
sebab-sebab dan syarat-syaratnya, pembahasan shalat, pengurusan jenazah serta
zakat.
Pada bagian akhir, Syekh Salim bin Abdullah menerangkan perihal
puasa dan hal-hal yang berkaitan dengannya, seperti syarat puasa, rukun puasa,
dan lain-lain. Sebenarnya Syekh Salim bin Abdullah hanya menulis sampai
pembahasan zakat, sedangkan yang menambah pembahasan puasa adalah Nawawi
Al-Jawi, penulis “Kasyifah al-Saja”, syarah dari Safinatun Najah. Selain
Kasyifah al-Saja, kitab Ghayah al-Muna juga merupakan syarah Safinatun Najah
dan menambahkan pembahasan tentang Haji.
Beberapa syarah kitab Safinah yang dibuat oleh para ulama antara lain sebagai berikut:
- Kitab Kasyifun Saja ala Safinatin Naja karya Syeikh Nawawi
Banten
- Kitab Durrotu Tsaminah Hasyiyah ala Safinah karya Syeikh
Ahmad bin Muhammadal-Hadrawi
- Kitab Naikur Raja Syarah Safinah Naja karya Sayyid al-Habib
Ahmad bin Umar Asy-Syatiri.
- Kitab Nasiimul Hayah Syarah Safinall Najah karya Syekh
Al-Faqih Al-Qodhi Abdullah bin Awad bin Mubarok Bukair.
- Kitab Innarotut Duja Bitanwiril Hija Syarah Safinah Naja
karya Syekh Muhammad bin Ali bin Husein Al-Maliki.
Demikian yang dapat sedikit penulis uraikan. Wallahu ‘alam
bish-shawab.
Muhammad Farid Wajdi, pengurus IMMIM Pangkep.
SUMBER:
https://immimpangkep.ponpes.id/blogguru/blog/mengenal-kitab-fikih-safinatun-najah/

.png)

No comments:
Post a Comment