Visi dan Misi


 


Sebagai agama yang sempurna, Islam tak hanya menyangkut kehidupan sesudah mati (akhirat). Tapi, juga tuntunan dan sumber peradaban hidup di dunia. Termasuk ilmu pengetahuan dan teknologi.

Dan itu sudah dibuktikan era keemasan Islam beberapa abad lalu, yang berhasil menancapkan dasar-dasar ilmu pengetahuan dan teknologi modern. Bahkan, di masa kini, selain Turki, Iran berhasil menjadikan dirinya sebagai negara yang diperhitungkan negara-negara pemegang supremasi dunia modern. Dan itu, karena Iran berhasil memelihara spirit keilmuan (science) yang ada dalam agama (Islam), berhasil melahirkan teknologi kelas dunia.

“Sejak dulu, dalam sejarahnya, Islam maju karena ditopang oleh penguasaannya terhadap ilmu pengetahuan. Kemajuan Islam tidak bisa dipisahkan dari kemajuan ilmu pengetahuan,” demikian kesimpulan yang bisa kita ambil dari sejarah.

Sains dan teknologi memang bukan satu-satunya ukuran bagi kemajuan sebuah negara atau bangsa. Tetapi kemajuan dan  kebesaran sebuah bangsa tak bisa dicapai tanpa sains dan teknologi.

Dan itu berlaku untuk Indonesia, negara muslim terbesar di dunia. Walau, faktanya, kemajuan sains dan teknologi negeri kita ini belum semaju Iran – bahkan Turki atau China. Dan itu, tak lepas dari kondisi pendidikan di Indonesia selama ini – khususnya pendidikan Islam. Lembaga pendidikan Islam yang menjadikan sains dan teknologi masih bisa dihitung dengan jari. Selain muatan ilmu-ilmu akhirat yang masih mendominasi, “pesantren modern”-pun belum mampu melahirkan ilmuwan-ilmuwan tangguh. Yang artinya juga belum mampu melahirkan teknologi kelas dunia.

Sementara itu, pendidikan secara umum pun masih jauh dari ideal. Kita masih memiliki sejumlah persoalan. Mulai minimnya akses terhadap pendidikan, rendahnya tingkat pengetahuan dan ekonomi masyarakat, sampai minimnya jumlah guru dan sarana pendidikan di beberapa wilayah – termasuk dan terutama di wilayah perbatasan. Sehingga, ketimpangan sektor pendidikan antar wilayah pun terbilang tinggi. Termasuk tingginya angka putus sekolah, khususnya sekolah dasar dan menengah, serta kurangnya kesejahteraan tenaga pengajar.

Karenanya, cukup ideal bila kami mencita-citakan pembangunan sebuah lembaga pendidikan Islam yang tidak saja unggul dalam ilmu-ilmu dasar ke-Islam-an, tapi juga unggul dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta berlokasi di kawasan perbatasan yang notabene kawasan/daerah tertinggal. Dengan itu, selain harga lahan yang relatif masih luas dan murah, pemerataan pendidikan pun bisa diwujudkan. Bahkan, diharapkan, lembaga pendidikan ini bisa menjadi salah satu faktor pendorong pengembangan dan kemajuan di wilayah tersebut.


Visi:

Menjadi lembaga pendidikan Islam terkemuka yang mengedepankan penguasaan ilmu dan teknologi selain ilmu-ilmu dasar ke-Islam-an serta wawasan kebangsaan.

 

Misi:

  • Mengajarkan ilmu pengetahuan agama berbasis kitab-kitab klasik karya ulama Nusantara dan atau kitab-kitab yang lazim diajarkan di pesantren-pesantren tradisional. 
  • Membentuk generasi yang memiliki kemampuan mencipta dan memahami serta menguasai kemajuan teknologi sekaligus berakhlak mulia, tawasuth (moderat), tawazun (seimbang), dan taa’dul (berlaku adil).
  • Mengembangkan potensi manusia Indonesia melalui proses pendidikan yang terus menerus agar lahir generasi yang sehat jasmani, luhur budi, luas pengetahuan, mandiri, dan berkhidmat pada masyarakat.


No comments:

Post a Comment