A. UMUM
Santri Pesantren Nuruzzaman di ruang kelasnya. [nuruzzaman]
Secara umum, pesantren Nuruzzaman mengelompokkan pembelajaran santri
berdasarkan peminatan dan kemampuan pada dua keahlian, yaitu Tahfiz al-Quran
dan Kajian Kitab Kuning. Tahfiz al-Quran terbagi ke dalam dua program, yaitu
reguler dan takhassus. Pembeda antara program reguler dan takhassus terdapat
pada target capaian hafalan. Santri tahfiz al-Quran reguler ditargetkan bisa
menghafal al-Quran sebanyak 1 juz dalam setahun, sehingga total 3 juz dalam
tiga tahun pendidikan. Sementara santri tahfiz al-Quran program takhassus
diharapkan mampu menghafalkan 5 juz dalam setahun sehingga total 15 juz dalam
tiga tahun pendidikan.
Seluruh santri baik program tahfiz al-Quran (reguler dan takhassus)
maupun program kajian kitab kuning akan memperoleh pengajaran materi Tauhid,
Fiqh, Akhlaq, Tarikh dan Hadis dalam sepekan. Adapun kitab yang digunakan
adalah Tijan ad-Darari, Safinatun Najah, Ta'alim al-Muta'aallim, Khulashah
Nurul Yaqin, dan al-Arba'ín an-Nawawi.
Oleh karena yang menjadi dasar pengelompokkan kelas adalah peminatan dan
kemampuan baca tulis al-Quran (BTQ), maka strata kelas dalam pendidikan formal
di SMP maupun di SMA tidak diberlakukan. Sehingga, sistem kelas yang digunakan
adalah A, B dan C, dengan definisi kelas A untuk kemampuan BTQ yang baik; kelas
B untuk yang kemampuan BTQ-nya sedang dan kurang; dan kelas C untuk yang
berkemampuan BTQ baik/sedang dan berminat terhadap kajian kitab kuning.
Dengan mempertimbangkan jumlah santri, pengelasan A, B dan C
masing-masing terdiri dari beberapa kelas sesuai dengan hasil placement test.
Namun, maksimal jumlah kelas akan dibentuk 12 kelas secara keseluruhan. Dengan
rasio jumlah santri 300 orang dibagi 12 kelas, maka rata-rata terdiri dari 25
orang perkelas.
Adapun sistem pengajaran yang digunakan adalah sistem guru mata
pengajian (GMP), bukan sistem guru kelas. Setiap guru/pengajar akan mengampu
satu mata pengajian dengan penjadwalan yang bersifat rolling. Sistem GMP ini
digunakan dalam rangka mengefektifkan dan mengefisienkan jumlah pengajar yang
ada. Selain itu, demi tercapainya kesepahaman masing-masing santri terhadap
suatu materi dari pengajar yang sama. Sistem rolling dalam penjadwalan pengajar
yang dimaksud adalah pertukaran pengajar dalam dua waktu dan dua jenjang yang
berbeda. Total jumlah pengajar inti adalah 12 orang yang terbagi ke dalam dua
bidang, yaitu tahfiz al-Quran dan kitab kuning, masing-masing 6 orang.
Sementara itu, 12 kelas terbagi ke dalam 6 kelas untuk jenjang SMP dan 6 kelas
untuk jenjang SMA dengan pengelompokkan masing-masing A, B dan C.
Sistem rolling ini berlaku untuk waktu pengajian Ashar dan Maghrib.
Jadi, apabila waktu pengajian Ashar 6 kelas jenjang SMP diajar dengan materi
kitab, maka 6 kelas jenjang SMA diajar dengan materi tahfiz al-Quran. Sementara
pada waktu pengajian Maghrib, keadaan tersebut dibalik, yaitu 6 kelas jenjang
SMP diberikan materi tahfiz al-Quran dan 6 kelas jenjang SMA diberikan materi
kitab.
Jumlah seluruh jam belajar di pesantren adalah 30 jam pelajaran dalam
sepekan dari Senin sampai Jumat dengan pengelompokkan tiga waktu, yakni Ashar,
Maghrib dan Subuh yang masing-masing terdiri dari 2 jam pelajaran (@45 menit/90 menit). Hari Sabtu dan Minggu adalah hari libur pengajian, kecuali Sabtu
Subuh diisi dengan pengajian 2 Jp untuk menggenapkan jumlah jam karena Kamis
Maghrib diisi dengan pengajian Tahlil, Yasin dan al-Barzanji.
Sabtu malam merupakan jam kegiatan santri yang diisi dengan tadarrus
al-Quran bersama pada jam ba'da Maghrib dan Muhadharah (praktik pelatihan
ceramah) santri pada jam ba'da Isya. Sedangkan Minggu malam merupakan jam
pengajian umum yang diampu oleh pimpinan Pesantren yang dimulai ba'da Maghrib
dan berakhir pada jam 20.00 WIB
B. Waktu Pengajian
Sebagaimana telah disebutkan di atas, jam belajar Pesantren terbagi menjadi
tiga waktu, yaitu ba'da Ashar, ba'da Maghrib dan ba’da Subuh.
Masing-masing waktu pengajian memiliki bobot 2 jam pelajaran (Jp), dengan
hitungan 45 menit per 1 jam pelajaran. Sehingga, total setiap waktu pengajian
berdurasi ± 90 menit. Berikut rincian alokasi materi dan waktunya.
C. Matrikulasi
Matrikulasi adalah program intensif bagi seluruh santri baru dengan
materi pemadatan tahsinal-Qur'an dan bacaan doa & zikir sehari-hari.
Program ini ditargetkan untuk memantapkan kemampuan santri dalam membaca
al-Quran dengan titik tekan pada makharijul huruf dan shifatul huruf, serta
pemahaman dan hafalan pada materi-materi dasar agama. Selain itu, program ini
dimaksudkan untuk mengukur kemampuan santri serta minatnya untuk kemudian
diarahkan ke dalam pengelasan program.
Adapun materi doa-doa dan zikir sehari-hari yang diajarkan dan dihafal adalah sebagai berikut:
1. Bacaan dan doa setelah wudhu
2. Bacaan shalat
3. Zikir dan doa ba’da shalat
4. Zikir pagi
5. Zikir sore
6. Asma’ul Husna
7. Doa untuk orang tua
8. Doa setelah shalat tahajjud
9. Doa setelah shalat dhuha
10. Doa setelah shalat istikharah
11. Doa setelah shalat witir
12. Doa mau tidur
13. Doa bangun tidur
14. Doa masuk dan keluar WC
15. Doa bercermin
16. Doa berpakaian
SUMBER: https://www.ypinuruzzaman.com/kurikulum-pesantren
.png)

No comments:
Post a Comment